Bahasa Berita Baku, Tapi Kenapa Terkesan Kaku?

Mengapa bahasa berita terkesan kaku bahasa berita yang baku tetapi tidak kaku – Pernahkah Anda merasa berita yang Anda baca terdengar kaku, meskipun menggunakan bahasa yang baku? Padahal, bahasa baku umumnya dianggap sebagai bahasa formal yang seharusnya mudah dipahami. Ternyata, ada beberapa faktor yang membuat bahasa berita, meskipun menggunakan bahasa baku, terkesan kaku.

Bahasa berita memang dirancang untuk menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan mudah dipahami oleh khalayak luas. Namun, dalam prosesnya, penggunaan bahasa baku yang terlalu kaku dapat membuat berita terdengar kurang menarik dan kurang personal. Lalu, bagaimana cara menyampaikan informasi dengan bahasa baku yang tidak terkesan kaku?

Ciri-ciri Bahasa Berita yang Baku

Bahasa berita yang baku seringkali terkesan kaku, namun sebenarnya penggunaan bahasa ini memiliki tujuan untuk menghadirkan informasi yang akurat, objektif, dan mudah dipahami oleh semua pembaca. Bahasa berita yang baku berbeda dengan bahasa sehari-hari. Perbedaan ini terlihat jelas dalam pemilihan kata, struktur kalimat, dan gaya penulisan.

Dapatkan wawasan langsung seputar efektivitas behavioral economics mengungkap heuristics bias dan nudge dalam pengambilan keputusan ekonomi melalui penelitian kasus.

Ciri-ciri Bahasa Berita yang Baku

Berikut adalah beberapa ciri khas bahasa berita yang baku:

  • Kata Baku: Penggunaan kata baku merupakan ciri utama bahasa berita. Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata-kata ini umumnya tercantum dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI).
  • Struktur Kalimat yang Jelas: Kalimat dalam berita yang baku harus jelas dan mudah dipahami. Hindari kalimat majemuk yang rumit, gunakan kalimat tunggal yang langsung pada intinya.
  • Gaya Penulisan yang Objektif: Bahasa berita yang baku harus objektif, tidak memihak, dan tidak mengandung opini pribadi. Penulisan berita harus berdasarkan fakta dan data yang akurat.
  • Hindari Penggunaan Bahasa Gaul: Bahasa gaul atau bahasa sehari-hari tidak diperkenankan dalam bahasa berita. Penggunaan bahasa gaul dapat mengurangi kredibilitas berita dan membuat berita sulit dipahami oleh semua pembaca.
  • Hindari Penggunaan Kata Bermakna Negatif: Kata-kata yang bermakna negatif seperti “menyerang”, “menghina”, atau “menjelekkan” sebaiknya dihindari. Gunakan kata-kata yang lebih netral seperti “mengatakan”, “mengungkapkan”, atau “menjelaskan”.

Contoh Kalimat Berita yang Menggunakan Bahasa Baku

Berikut contoh kalimat berita yang menggunakan bahasa baku:

“Presiden Joko Widodo meresmikan pembangunan jalan tol Trans-Jawa pada Senin (12/12/2026) di Jakarta.”

Kalimat di atas menggunakan kata baku, struktur kalimat yang jelas, dan gaya penulisan yang objektif. Kalimat ini mudah dipahami dan tidak mengandung opini pribadi.

Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak seputar konteks komunikasi efektif elemen jenis hambatan strategi dan studi kasus.

Perbedaan Bahasa Berita Baku dan Bahasa Sehari-hari

Ciri Bahasa Berita Baku Bahasa Sehari-hari
Kata Kata baku, sesuai KBBI Kata tidak baku, bahasa gaul
Struktur Kalimat Jelas, mudah dipahami Kalimat majemuk, rumit
Gaya Penulisan Objektif, tidak memihak Subjektif, mengandung opini
Contoh “Pemerintah akan membangun infrastruktur baru.” “Eh, katanya pemerintah mau bikin jalan baru nih.”

Alasan Penggunaan Bahasa Baku dalam Berita: Mengapa Bahasa Berita Terkesan Kaku Bahasa Berita Yang Baku Tetapi Tidak Kaku

Bahasa berita, khususnya dalam media massa seperti surat kabar, televisi, dan media online, dikenal dengan penggunaan bahasa baku yang terkesan formal. Penggunaan bahasa baku ini bukan tanpa alasan. Terdapat sejumlah faktor yang mendasari pilihan bahasa ini dalam penyampaian berita.

Tujuan Penggunaan Bahasa Baku dalam Berita, Mengapa bahasa berita terkesan kaku bahasa berita yang baku tetapi tidak kaku

Tujuan utama penggunaan bahasa baku dalam berita adalah untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas informasi yang disampaikan. Bahasa baku membantu dalam menghindari bias dan interpretasi yang berbeda-beda, sehingga berita dapat diterima oleh khalayak luas dengan makna yang sama.

  • Menghindari Ambiguitas:Bahasa baku memiliki struktur gramatika yang jelas dan konsisten, sehingga mengurangi potensi ambiguitas dalam arti dan makna. Hal ini penting agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan tepat oleh pembaca atau pendengar.
  • Menjaga Objektivitas:Bahasa baku bersifat formal dan netral, sehingga tidak menunjukkan preferensi atau bias penulis terhadap suatu pihak atau sudut pandang tertentu. Ini membantu dalam menjaga objektivitas berita dan mencegah manipulasi informasi.
  • Meningkatkan Kredibilitas:Penggunaan bahasa baku dalam berita memberikan kesan profesional dan kredibel. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap media dan informasi yang disampaikan.

Dampak Penggunaan Bahasa Tidak Baku dalam Berita

Penggunaan bahasa tidak baku dalam berita dapat menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain:

  • Menurunkan Kredibilitas:Penggunaan bahasa tidak baku dapat memberikan kesan tidak profesional dan kurang kredibel, sehingga menurunkan kepercayaan publik terhadap media dan informasi yang disampaikan.
  • Membuat Berita Kurang Jelas:Bahasa tidak baku sering kali mengandung ambiguitas dan makna yang tidak jelas, sehingga dapat membuat berita sulit dipahami oleh pembaca atau pendengar.
  • Membuat Berita Kurang Objektif:Penggunaan bahasa tidak baku dapat menunjukkan bias dan preferensi penulis terhadap suatu pihak atau sudut pandang tertentu, sehingga mengurangi objektivitas berita.

Mengapa Bahasa Berita Terkesan Kaku

Mengapa bahasa berita terkesan kaku bahasa berita yang baku tetapi tidak kaku

Bahasa berita memang dikenal dengan kekakuannya. Hal ini seringkali membuat pembaca merasa asing dan sulit memahami informasi yang disampaikan. Padahal, bahasa berita memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi secara akurat, objektif, dan mudah dipahami. Namun, terkadang bahasa yang digunakan justru menjadi penghalang bagi pembaca untuk memahami isi berita.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Bahasa Berita Terkesan Kaku

Ada beberapa faktor yang menyebabkan bahasa berita terkesan kaku. Berikut beberapa di antaranya:

  • Penggunaan kata baku: Bahasa berita cenderung menggunakan kata baku yang formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini membuat bahasa berita terdengar kaku dan kurang natural.
  • Struktur kalimat yang rumit: Kalimat dalam berita seringkali memiliki struktur yang panjang dan kompleks, dengan banyak klausa dan frasa. Hal ini dapat membuat pembaca kesulitan untuk memahami makna kalimat secara utuh.
  • Penggunaan istilah teknis: Bahasa berita seringkali menggunakan istilah teknis yang hanya dipahami oleh kalangan tertentu. Hal ini membuat pembaca awam kesulitan memahami isi berita.
  • Kurangnya unsur emosional: Bahasa berita umumnya bersifat objektif dan tidak mengandung unsur emosional. Hal ini membuat bahasa berita terdengar datar dan kurang menarik.

Contoh Kalimat Berita yang Terkesan Kaku

Berikut contoh kalimat berita yang terkesan kaku:

“Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan program bantuan sosial untuk masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.”

Kalimat di atas menggunakan kata baku yang formal dan struktur kalimat yang rumit. Selain itu, kalimat tersebut juga tidak mengandung unsur emosional. Hal ini membuat kalimat tersebut terdengar kaku dan kurang menarik.

Contoh Kalimat Berita yang Menggunakan Bahasa Baku tetapi Tidak Terkesan Kaku

Berikut contoh kalimat berita yang menggunakan bahasa baku tetapi tidak terkesan kaku:

“Pemerintah berencana memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi COVID-19. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan akibat pandemi.”

Kalimat di atas menggunakan kata baku, tetapi struktur kalimatnya lebih sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, kalimat tersebut juga mengandung unsur emosional yang membuat kalimat tersebut terdengar lebih natural dan menarik.

Bahasa berita memang memiliki karakteristik tersendiri, dan meskipun terkesan kaku, tujuannya tetap untuk menyampaikan informasi secara efektif dan efisien. Dengan memahami alasan di balik penggunaan bahasa baku dan menguasai strategi penulisan yang tepat, kita dapat menikmati berita yang informatif dan tetap menarik.

Jadi, jangan langsung mencibir berita yang terkesan kaku, karena di baliknya mungkin tersimpan upaya untuk menyampaikan informasi secara akurat dan objektif.

4 pemikiran pada “Bahasa Berita Baku, Tapi Kenapa Terkesan Kaku?”

  1. Menurut saya, penggunaan bahasa baku memang penting untuk menjaga akurasi informasi. Namun, perlu ada keseimbangan agar berita tetap menarik. Perhatikan struktur kalimat yang jelas. Hindari kalimat majemuk yang rumit, gunakan kalimat tunggal yang langsung pada intinya.

  2. Sumbernya dari mana nih kalau bilang bahasa berita harus objektif? Apakah ada standar khusus yang mengatur penggunaan kata baku, misalnya, apakah harus selalu menggunakan kata baku yang ada di KBBI atau ada pengecualian? Bagaimana cara mengukur tingkat ‘kaku’ dalam sebuah berita?

Tinggalkan komentar